32. Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian[1035]
diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba
sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka
miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas
(pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.
|
[1035]. Maksudnya: hendaklah
laki-laki yang belum kawin atau wanita- wanita yang tidak bersuami, dibantu
agar mereka dapat kawin.
|
38. Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul
sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan.
Dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat (mukjizat)
melainkan dengan izin Allah. Bagi tiap-tiap masa ada Kitab (yang tertentu)[777].
|
[777]. Tujuan ayat ini ialah
pertama-tama untuk membantah ejekan-ejekan terhadap Nabi Muhammad s.a.w. dari
pihak musuh-musuh beliau, karena hal itu merendahkan martabat kenabian.
Keduanya untuk membantah pendapat mereka bahwa seorang rasul itu dapat
melakukan mukjizat yang diberikan Allah kepada rasul-Nya bilamana diperlukan,
bukan untuk dijadikan permainan. Bagi tiap-tiap rasul itu ada Kitabnya yang
sesuai dengan keadaan masanya.
|
. Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri-
isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki
yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah
untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki
bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak
perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara
perempuan ibumu yang turut hijrah bersama kamu dan perempuan mukmin yang
menyerahkan dirinya kepada Nabi kalau Nabi mau mengawininya, sebagai
pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mukmin. Sesungguhnya Kami telah
mengetahui apa yang Kami wajibkan kepada mereka tentang isteri-isteri mereka
dan hamba sahaya yang mereka miliki supaya tidak menjadi kesempitan bagimu. Dan
adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.