Pengertian syukur Dalam kehidupan kita sehari-hari, ada dua hal berbeda yang silih berganti yaitu kesenangan dan kesusahan. Menurut beberapa orang, kalau hidup itu indah karena adanya perbedaan tersebut.

Coba kita bayangkan andai saja seseorang selalu merasakan kesenangan terus atau sebaliknya selalu merasakan kesusahan terus, tentu bukan sesuatu yang baik kan?

Ketika kita merasakan kesenangan, maka kita diharapkan untuk selalu ingat dimana kita dulu pernah merasakan susah.

Sebaliknya, ketika kita merasakan kesusahan maka ingatlah bahwa suatu saat akan ada kesenangan. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT:

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan” (QS Alam Nasyrah : 5-6)

Maka ketika kita dalam masa-masa sulit, selalu ingatlah kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman:

“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku” (QS Al Baqarah : 152)

Nikmat-nikmat yang dianugerahkan oleh Allah SWT kepada manusia merupakan pemberian yang terus menerus dan bermacam-macam bentuknya, baik lahir maupun batin.

Namun, manusia saja yang kurang pandai dalam memelihara nikmat, sehingga ia merasa seakan-akan belum pernah diberikan sesuatu apapun oleh Allah SWT.

Mengapa orang terkadang merasa tidak mendapatkan sesuatu apapun dari Allah? Jawabannya adalah karena dia tidak pernah bersyukur atas apa-apa yang ada padanya.Sumber >>>ini